Pertanian Dimusim Kemarau
Assalamualaikum wr.wb..
Hai guys apa kabar ?
Setelah kesibukan dan rutinitas membuat gw males ngeblog akhirnya hari ini ada waktu senggang untuk santai dan berbagi cerita lagi.
Setelah kesibukan dan rutinitas membuat gw males ngeblog akhirnya hari ini ada waktu senggang untuk santai dan berbagi cerita lagi.
Kali ini gw akan cerita liburan gw di hari idul adha kemarin Agustus 2018. Singkat cerita gw memutuskan untuk mudik dan menghabiskan waktu idul adha bersama keluarga di Desa gw, Jawa Tengah.
Mudik adalah hal yang paling gw suka karena gw bisa ngumpulin berbagai tanaman hasil comot sana comot sini dan mempelajari hal-hal baru seputar tanamanπ
Sebenernya bukan comot sana comot sini juga sih karena hampir semua tanemannya disponsori oleh Robin Garden, yang beralamat di Desa Sruwen, Jawa tengah π#Jadi ceritanya gw dapet geratisan nih guys. hehehe...
Kesempatan kali ini gw juga berkunjung kerumah tante gw di daerah Sragen, Jawa Tengah. Untuk lokasi tepatnya gw kurang faham tapi setau gw daerah Gemolong masing masuk lagi kedalem.
Sepanjang perjalanan gw kerumah tante gw ini gw liat hamparan sawah yang luaaaassssss banget karena memang pekerjaan masyarakat disini utamanya adalah bertani. Sayangnya hampir seluruh lahan semuanya kekeringan bahkan tanaman yang baru ditanampun gagal tumbuh akibat dari kurangnya ketersediaan air. π’
Andai saja ada solusi bagi para petani dimusim kemarau seperti ini pasti akan sangat membantu masyarakat sehingga dimusim kemaraupun mereka tetap dapat menanam padi ataupun sayuran dan bisa panen seperti dimusim hujan.
Sesampainya dirumah tante, gw jalan2 kesekeliling desa. Maksud hati pengen foto2 ditengah2 hamparan persawahan dan ternyataaaa........... g ada tanaman apapun disawah, semua lahan kering, dan tidak ada aktifitas pertanian apapun.
Kata tante gw sekarang ini musimnya panen jagung sisa musim penghujan kemarin, karena dimusim panas mau tanam apapun ya g akan tumbuh dikarenakan kekurangan air. Gw prihatin banget sama keadaan seperti ini, gw fikir andai aja pas musim hujan air itu bisa ditampung dan disimpan buat dimanfaatin dimusim kemarau pasti lahan pertanian g akan pernah nganggur dan selalu bisa produktif.
Sebenernya ada cara untuk mengatasi itu semua, hanya saja perlu bantuan dari pemerintah dalam segi pendanaan. Entah itu dalam bentuk bantuan ataupun dalam bentuk pinjaman tanpa bunga #hehehe π
Pembuatan sumur2 resapan disekitar tanah persawahan dapat dibuat dengan tujuan menampung air hujan pada saat musim penghujan dan menggunakannya kembali disaat musim kemarau. Dengan membuat sumur2 tampungan air hujan dengan diameter 1m dan kedalaman 10-15 meter dan dibuat mengelilingi lahan persawahan.
Sumur2 tampungan air tersebut dibuat dengan jarak setiap 2 meter mengelilingi area yang akan ditanami dengan paralon penghubung didasar sumur tampungan. Sumur ini dapat dimanfaatkan dengan memompa kembali air dari dalam sumur untuk area persawahan tersebut.
Mungkin akan mahal di biaya awal pembuatan tetapi semua akan terganti dengan hasil panen yang dapat dihasilkan sepanjang tahun tanpa khawatir kekurangan air dimusim kemarau.
Untuk listrik yang digunakan, berhubung musim kemarau pasti ketersediaan cahaya matahari melimpah ya kaan... maka bisa dibuat panel surya untuk merubah panas matahari menjadi listrik dan kemudian disimpan kedalam aki sehingga bisa dipakai pada saat akan melakukan pengairan.
hahaa bahasa gw udah kayak orang yg ngerti aja. Semua sekedar gagasan dan gw berharap semoga kelak akan ada petani2 muda yang memberikan ide dan gagasannya untuk megembangkan pertanian di negri tercinta ini.
Cukup segitu dulu cerita gw tentang perjalanan gw kerumah tante gw, intinya sih sebenernya gw mau cerita tentang pemikiran gw atas kekeringan yg sering melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. hehee
Kalau kalian punya ide atau gagasan untuk mengembangkan pertanian di negeri kita ini silahkan corat-coret dan berbagi pemikiran dibawah ya guys..
Sekian, wassalamualaikum wr wb..
Salam laestari π
Komentar
Posting Komentar